Portal Resmi Berita dan Informasi Kampus Biru

Advertisement

ITB Riau Pesisir Gelar Seminar K3, Perkuat Pemahaman Mahasiswa tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Dumai, 19 September 2026 — Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir (ITB Riau Pesisir) menyelenggarakan Seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Aula Kampus ITB Riau Pesisir, Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi mahasiswa dalam memperluas pemahaman mengenai prinsip keselamatan dan kesehatan kerja serta relevansinya dengan kebutuhan dunia profesional.

Seminar tersebut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Dumai, Muhammad Zakir, S.IP., M.IP., dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Dumai, Zulfan Ismaini, S.H. Dari jajaran pimpinan ITB Riau Pesisir, kegiatan berada di bawah kepemimpinan Rektor Dra. Hj. Sirlyana, M.P., yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Dr. Ir. H. Yusrizal, M.M., IPM.

Kegiatan juga diikuti mahasiswa dari empat program studi unggulan ITB Riau Pesisir, yaitu Program Studi Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Sipil, dan Bisnis Digital.

Penguatan Kompetensi Mahasiswa melalui Perspektif K3

Seminar K3 memberikan ruang pembelajaran kepada mahasiswa untuk memahami bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bagian penting dalam lingkungan profesional.

Pemahaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencegahan kecelakaan kerja, tetapi juga mencakup kesadaran terhadap potensi risiko, penerapan prosedur keselamatan, kesehatan lingkungan kerja, serta tanggung jawab setiap individu dalam menciptakan kondisi kerja yang aman.

Keterlibatan mahasiswa dari berbagai program studi menghadirkan perspektif lintas disiplin. Prinsip K3 memiliki relevansi dalam berbagai bidang, mulai dari industri dan konstruksi hingga teknologi informasi, bisnis, organisasi, serta lingkungan kerja yang berbasis teknologi.

Melalui seminar, penyampaian materi, sesi diskusi, dan simulasi, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan penerapan K3 dalam situasi yang lebih kontekstual.

Kolaborasi Perguruan Tinggi, Pemerintah, dan Dunia Usaha

Kehadiran unsur pemerintah dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam rangkaian Seminar K3. Kehadiran Muhammad Zakir, S.IP., M.IP. dari Disnaker Kota Dumai serta Zulfan Ismaini, S.H. sebagai unsur KADIN Kota Dumai memperlihatkan adanya ruang interaksi antara perguruan tinggi dengan pemangku kepentingan eksternal.

Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif mengenai keselamatan dan kesehatan kerja dari lingkungan pemerintahan maupun dunia usaha.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua HIPKA, dilanjutkan sambutan Dewan Penasehat HIPKA, Zulfan Ismaini, S.H., sambutan Rektor ITB Riau Pesisir, serta sambutan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Dumai.

Seminar kemudian dibuka secara resmi oleh pihak Disnaker Kota Dumai.

Rangkaian Kegiatan Berlangsung Sistematis

Pelaksanaan Seminar K3 berlangsung secara terstruktur sesuai agenda yang telah disiapkan panitia.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara, safety induction, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan pembacaan doa.

Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah agenda utama. Pada pukul 08.20–08.30 WIB, peserta mengikuti sambutan Ketua HIPKA. Selanjutnya, pukul 08.30–08.40 WIB, disampaikan sambutan Dewan Penasehat HIPKA, Zulfan Ismaini, S.H.

Pada pukul 08.40–08.50 WIB, agenda dilanjutkan dengan sambutan Rektor ITB Riau Pesisir yang kemudian diwakili oleh pimpinan yang ditugaskan. Selanjutnya, pada pukul 08.50–09.00 WIB, disampaikan sambutan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Dumai.

Seminar K3 kemudian dibuka secara resmi pada pukul 09.00–09.05 WIB.

Agenda berikutnya berupa simbolis penandatanganan sertifikat yang melibatkan Ketua HIPKA, Rektor ITB Riau Pesisir, Disnaker Kota Dumai, dan PT Gemilang Sejahtera Dumai. Kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 09.05–09.15 WIB, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama panitia, pimpinan, narasumber, dan peserta.

Materi, Sosialisasi, hingga Simulasi K3

Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan penyampaian materi pertama selama 45 menit, mulai pukul 09.25–10.10 WIB, yang disampaikan oleh narasumber pertama.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi BRK selama 15 menit pada pukul 10.10–10.25 WIB.

Sesi berikutnya berupa penyampaian materi kedua selama 45 menit, mulai pukul 10.25–11.10 WIB, oleh narasumber kedua.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta juga mendapatkan pengalaman pembelajaran melalui simulasi atau praktik K3 selama 35 menit, mulai pukul 11.10–11.45 WIB.

Rangkaian kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi selama 25 menit, mulai pukul 11.45–12.10 WIB, yang melibatkan moderator, narasumber, dan peserta.

Format kegiatan yang memadukan pemaparan materi dengan simulasi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami aspek K3 tidak hanya secara konseptual, tetapi juga melalui pendekatan praktik.

Menanamkan Kesadaran K3 Sejak Bangku Perguruan Tinggi

Seminar K3 menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan perspektif praktis mengenai keselamatan dan kesehatan kerja.

Bagi mahasiswa, pemahaman K3 dapat menjadi bagian dari kesiapan memasuki dunia kerja. Setiap bidang profesi memiliki karakteristik lingkungan, aktivitas, dan potensi risiko yang berbeda sehingga kesadaran terhadap keselamatan menjadi bagian penting dalam menjalankan tanggung jawab profesional.

Pembelajaran K3 juga memperluas pemahaman mahasiswa bahwa kompetensi profesional tidak hanya dibangun melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga melalui sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian terhadap keselamatan, serta kemampuan mengenali dan mengelola risiko di lingkungan kerja.

Memperkuat Jejaring Akademik dan Dunia Profesional

Pelaksanaan Seminar K3 di Aula Kampus ITB Riau Pesisir juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi kelembagaan, dan dunia usaha.

Interaksi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal perspektif dan praktik yang berkembang di luar lingkungan akademik. Pada saat yang sama, perguruan tinggi memperoleh ruang untuk mempertemukan proses pembelajaran dengan kebutuhan dan dinamika dunia profesional.

Bagi ITB Riau Pesisir, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari penguatan pengalaman belajar mahasiswa agar proses pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan akademik yang menghadirkan praktisi dan pemangku kepentingan.

Mendorong Pembelajaran yang Kontekstual

Seminar Keselamatan dan Kesehatan Kerja di ITB Riau Pesisir menunjukkan pentingnya pembelajaran yang menghubungkan aspek akademik dengan realitas dunia kerja.

Dengan menghadirkan unsur pemerintah, dunia usaha, organisasi kelembagaan, pimpinan perguruan tinggi, narasumber, dan mahasiswa, kegiatan tersebut membangun ruang dialog mengenai pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam berbagai lingkungan profesional.

Melalui materi, sosialisasi, diskusi, serta simulasi K3, mahasiswa ITB Riau Pesisir mendapatkan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual sebagai bagian dari proses mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.

Seminar K3 tersebut sekaligus memperkuat komitmen ITB Riau Pesisir dalam menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa, dunia kerja, dan perkembangan lingkungan profesional.

Seminar K3 bukan sekadar forum penyampaian materi, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik, pengalaman praktis, serta jejaring kelembagaan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai keselamatan dan kesehatan kerja.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *