
Dumai, 13-08-2026 — Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi pendidik dan pengembangan praktik pembelajaran yang inovatif. Hal tersebut diwujudkan oleh Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir (ITB Riau Pesisir) melalui keterlibatan dosennya dalam kegiatan pengembangan kompetensi guru matematika di Kota Dumai.
Dr. (Cand.) Hanifatul Rahmi, S.Pd., M.Pd., dosen ITB Riau Pesisir sekaligus Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) ITB Riau Pesisir, dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Fasda Perubahan Tanoto Foundation 2026 bersama EduCore Numeracy dengan tema “Kolaborasi Guru melalui Lesson Study RME.”
Kegiatan tersebut melibatkan 45 guru matematika dari berbagai satuan pendidikan tingkat SMP dan MTs di Kota Dumai. Peserta terdiri atas guru dari 24 SMP Negeri, 18 SMP Swasta, 1 MTs Negeri, dan 1 MTs Swasta.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada 12, 13, dan 20 Agustus 2026 dengan fokus pada penguatan pemahaman dan praktik Lesson Study melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan kemampuan numerasi murid.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai dan turut dihadiri oleh Kasi GTK, Korwas, para pengawas sekolah, pengurus MKKS, kepala sekolah, serta narasumber dari ITB Riau Pesisir.
Membangun Budaya Kolaborasi dalam Pembelajaran
Dalam kegiatan tersebut, Dr. (Cand.) Hanifatul Rahmi memberikan penguatan mengenai pentingnya kolaborasi guru dalam merancang dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Lesson Study dipahami sebagai proses pengembangan profesional guru yang menempatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi pembelajaran sebagai satu kesatuan proses yang dilakukan secara kolaboratif.

Melalui pendekatan tersebut, guru tidak hanya bekerja secara individual dalam mempersiapkan pembelajaran, tetapi memiliki kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, mengamati proses belajar murid, mendiskusikan temuan di kelas, dan bersama-sama merancang perbaikan pembelajaran.
Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi penting karena kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi oleh guru, tetapi juga oleh kemampuan guru memahami bagaimana murid belajar, berpikir, berkomunikasi, dan menyelesaikan permasalahan.
Mengintegrasikan Realistic Mathematics Education
Salah satu fokus utama kegiatan adalah penerapan Realistic Mathematics Education (RME) dalam pembelajaran matematika.
Melalui RME, peserta diarahkan untuk mengembangkan pembelajaran yang menghubungkan konsep matematika dengan konteks yang dekat dengan kehidupan dan pengalaman murid. Dengan demikian, matematika tidak hanya dipelajari sebagai kumpulan rumus dan prosedur, tetapi sebagai pengetahuan yang dapat digunakan untuk memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan.
Dalam proses perencanaan pembelajaran, para guru bekerja secara berkelompok untuk menyusun rancangan pembelajaran berbasis RME.
Guru tidak hanya menentukan materi yang akan disampaikan, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana murid akan merespons permasalahan, strategi apa yang mungkin digunakan, kesulitan yang berpotensi muncul, serta bagaimana proses diskusi dapat membantu murid membangun pemahaman matematis.
Perencanaan tersebut kemudian menjadi dasar untuk tahap praktik pembelajaran melalui Open Class.
Open Class sebagai Laboratorium Pembelajaran
Pada 13 Agustus 2026, rangkaian kegiatan memasuki tahap praktik melalui Open Class di SMP Negeri 2 Kota Dumai.
Dalam kegiatan tersebut, salah seorang guru berperan sebagai guru model, sementara guru lainnya menjadi observer. Observasi tidak diarahkan untuk menilai kinerja guru secara personal, melainkan untuk memperoleh gambaran mengenai bagaimana murid mengikuti dan merespons proses pembelajaran.
Para observer mencermati berbagai aktivitas murid, mulai dari memahami permasalahan kontekstual, mengemukakan gagasan, berdiskusi, memilih strategi penyelesaian, hingga membangun pemahaman terhadap konsep matematika.
Model seperti ini memberikan kesempatan kepada guru untuk belajar langsung dari proses pembelajaran yang terjadi di kelas.
Sebuah rancangan pembelajaran yang telah disusun bersama dapat menghasilkan beragam respons murid. Perbedaan tersebut kemudian menjadi sumber pembelajaran bagi guru untuk memahami karakteristik proses belajar dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.
Refleksi Menjadi Bagian Penting dari Peningkatan Mutu
Setelah pelaksanaan Open Class, peserta melakukan refleksi bersama berdasarkan hasil observasi di kelas.
Refleksi diarahkan pada kondisi nyata yang dialami murid selama proses pembelajaran. Guru mendiskusikan apa yang terjadi, faktor yang memengaruhinya, bagian pembelajaran yang telah berjalan efektif, serta aspek yang masih perlu diperbaiki.
Proses tersebut menunjukkan bahwa Lesson Study bukan sekadar kegiatan observasi pembelajaran. Lesson Study merupakan proses belajar bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Melalui refleksi, guru memperoleh ruang untuk mengembangkan kemampuan analitis terhadap proses belajar murid sekaligus membangun kebiasaan memperbaiki pembelajaran berdasarkan pengalaman dan bukti yang ditemukan di kelas.
Penguatan Numerasi melalui Pembelajaran Bermakna
Penerapan Lesson Study berbasis RME dalam kegiatan tersebut diarahkan pada tujuan yang lebih luas, yakni mendukung peningkatan kemampuan numerasi murid.
Pembelajaran matematika yang kontekstual memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kemampuan berpikir, bernalar, memecahkan masalah, dan menghubungkan konsep matematika dengan situasi kehidupan nyata.
Dengan demikian, pembelajaran matematika diharapkan tidak berhenti pada kemampuan memperoleh jawaban, tetapi juga mendorong murid memahami proses berpikir yang digunakan dalam memperoleh solusi.
Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini yang menempatkan murid sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran.
Memperkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Profesional Guru
Keterlibatan Dr. (Cand.) Hanifatul Rahmi, S.Pd., M.Pd., yang juga mengemban amanah sebagai Sekretaris LPMI ITB Riau Pesisir, dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Dumai.
Sebagai bagian dari sivitas akademika perguruan tinggi, dosen tidak hanya memiliki peran dalam pelaksanaan pendidikan dan pengembangan keilmuan di lingkungan kampus, tetapi juga dapat berkontribusi melalui kegiatan pengembangan kapasitas pendidik dan masyarakat.
Keterlibatan tersebut memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan satuan pendidikan, khususnya dalam menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan pembelajaran di lapangan.
Bagi ITB Riau Pesisir, kolaborasi dengan komunitas pendidikan menjadi bagian penting dalam menjalankan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Menuju Budaya Pembelajaran yang Berkelanjutan
Rangkaian kegiatan pada 20 Agustus 2026 diarahkan untuk memperkuat hasil praktik dan refleksi yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya. Para peserta melakukan penguatan terhadap pengalaman Lesson Study, mengidentifikasi pembelajaran yang diperoleh, serta menyusun rencana tindak lanjut untuk diterapkan di sekolah masing-masing.
Keberlanjutan menjadi aspek penting dalam pelaksanaan program tersebut. Kegiatan tidak hanya diarahkan agar guru memahami konsep Lesson Study dan RME, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan kolaboratif dalam lingkungan sekolah.
Guru diharapkan dapat terus melakukan proses merencanakan, melaksanakan, mengamati, merefleksikan, dan memperbaiki pembelajaran secara bersama-sama.
Dengan demikian, peningkatan mutu pembelajaran tidak berhenti pada satu kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi budaya profesional yang dilakukan secara berkelanjutan.
ITB Riau Pesisir Dorong Pendidikan yang Berorientasi pada Mutu
Keterlibatan dosen ITB Riau Pesisir dalam kegiatan pengembangan kompetensi guru matematika tersebut menjadi bagian dari kontribusi institusi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Melalui kompetensi akademik dan pengalaman yang dimiliki, dosen dapat berperan sebagai mitra strategis bagi sekolah dan guru dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan Fasda Perubahan Tanoto Foundation 2026 bersama EduCore Numeracy juga menunjukkan pentingnya kolaborasi multipihak dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas. Guru, sekolah, pengawas, organisasi pendidikan, dan perguruan tinggi dapat mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing untuk menciptakan pembelajaran yang semakin efektif dan bermakna.
Pada akhirnya, Lesson Study berbasis RME diharapkan mampu memperkuat budaya kolaborasi guru sekaligus mendorong pembelajaran matematika yang kontekstual, reflektif, bermakna, dan berpihak pada murid.
Dari kolaborasi guru lahir praktik pembelajaran yang terus diperbaiki. Dari pembelajaran yang bermakna, tumbuh murid yang semakin mampu berpikir, bernalar, memecahkan masalah, dan mengembangkan kemampuan numerasi.
ITB Riau Pesisir terus mendorong kolaborasi akademik yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan dan penguatan sumber daya manusia di Kota Dumai.













Leave a Reply